Jakarta – Jalan Tol Palembang-Betung seksi II Rengas-Pangkalan Balai yang dikembangkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan gratis untuk digunakan selama arus balik dari Lebaran Idul Fitri tahun 2025/1446 Hijriah.
Tol ini memiliki panjang 33 kilometer (km) dan sudah berfungsi selama mudik dan balik Lebaran 2025.
“Untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran, pemudik dapat menggunakan jalan tol ini tanpa biaya. Namun, karena proyek masih dalam tahap penyelesaian, terdapat keterbatasan waktu operasional,” ungkap Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, pada hari Jumat.
Diketahui bahwa banyak pemudik di Sumatera Selatan memilih rute ini karena bisa mempersingkat perjalanan dari Musi Landas ke Betung hingga lebih dari satu jam.
Lebih lanjut, Ermy menjelaskan bahwa waktu operasional dibatasi hanya 10 jam dalam sehari, yaitu dari pukul 07. 00 WIB hingga 16. 00 WIB.
Jalur yang beroperasi secara fungsional adalah untuk arus mudik dari Musi Landas menuju Pangkalan Balai. Sementara untuk arus balik, jalur tersebut akan berfungsi dari Pangkalan Balai ke Musi Landas.
Ia menyatakan rute ini sebagai pilihan alternatif karena dapat memperlancar lalu lintas kendaraan di Kabupaten Banyuasin.
“Sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun dalam membangun jalan tol, kami yakin proyek ini akan memberikan banyak manfaat di masa depan. Salah satunya adalah mempermudah distribusi barang dan jasa, seperti hasil pertanian, kelapa sawit, karet, dan komoditas unggulan lainnya dari Sumatera,” kata Ermy Angkaraja.
Dengan demikian, hal ini dapat mendorong pemerataan ekonomi di daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.
Jalan tol senilai Rp2,4 triliun ini juga disebutnya sebagai peluang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memulai usaha di sekitar area tersebut.
Saat ini, progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung yang dikerjakan Waskita untuk seksi I Palembang-Rengas sepanjang 21,5 km, seksi II Rengas-Pangkalan Balai, dan Jembatan Musi secara keseluruhan telah mencapai 13,20 persen.
Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Waskita telah berhasil menyelesaikan lebih dari 20 ruas jalan tol, termasuk Jalan Tol Trans Jawa serta Trans Sumatera. Secara total, kontribusi perusahaan mencapai lebih dari 1. 000 km dari total 2. 000 km jalan tol yang ada di Indonesia.