Jakarta – Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperbaiki Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.
Perbaikan ini dilakukan menyusul adanya peningkatan praktik prostitusi ilegal di lokasi tersebut. “Kita akan benahi, nanti itu akan berkoordinasi dengan sudin (suku dinas) terkait,” kata Uus saat dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.
Perbaikan, menurut Uus, akan difokuskan pada pemangkasan pohon-pohon di RTH agar tampak lebih rapi dan tidak terlalu rimbun. “Dari Sudin Tamhut (Pertamanan dan Hutan Kota) akan ada penopingan agar terlihat lebih rapi,” ujarnya.
Hal ini disebabkan oleh tenda-tenda yang dibangun secara mendadak oleh pelaku prostitusi yang seringkali dibangun di belakang pohon-pohon di RTH. “Selanjutnya, kami juga akan berupaya menambah penerangan, agar tidak ada yang dapat bersembunyi di RTH tersebut. Intinya, saya sudah berkoordinasi dengan Sudin Tamhut dan Sudin Bina Marga,” jelasnya Tvtogel.
Sebelumnya, praktik prostitusi liar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, kembali muncul. Lokasi ini sempat viral pada pertengahan 2024 lalu setelah ditemukannya kondom atau alat kontrasepsi yang berserakan di sepanjang RTH tersebut.
Pada Selasa (11/3) malam, Satpol PP Jakarta Barat melakukan inspeksi mendadak di lokasi tersebut dan menemukan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang sedang menunggu pelanggan. Pantauan di lokasi pada pukul 22. 30 WIB menunjukkan bahwa beberapa PSK diamankan dan dimasukkan ke dalam mobil Satpol PP untuk dibawa ke Dinas Sosial setempat.
Beberapa PSK yang terjaring tampak menangis histeris dan berusaha melarikan diri dari penertiban petugas, namun akhirnya berhasil diamankan. “Saya sudah punya dua anak Pak, sudah punya anak,” teriak seorang PSK yang berusaha kabur dan terjatuh di tengah lalu lintas Jalan Tubagus Angke.
Lebih dari tiga tenda non-permanen yang terbuat dari terpal dan didirikan dengan tongkat kayu juga terlihat berjejer di sepanjang RTH Tubagus Angke.
Tenda-tenda yang digunakan oleh para PSK untuk melayani pelanggan itu hampir tidak terlihat pada malam hari, karena lampu jalan yang redup. Ditambah dengan pepohonan RTH yang rimbun, yang mengaburkan keberadaan tenda-tenda liar tersebut.
Tenda-tenda itu cukup kuat meski diterpa angin malam karena diikatkan ke pepohonan RTH. Setelah mengamankan para PSK, petugas membongkar tenda-tenda ruang prostitusi ilegal tersebut dan menyita terpal yang digunakan.